#10 TEKNIK ALGORITMA DASAR


A. PENGERTIAN TEKNIK DASAR ALGORITMA

Algoritma adalah langkah-langkah terstruktur untuk menyelesaikan suatu masalah dari awal hingga akhir.

Analogi sederhana:
Bayangkan kamu membeli bakso. Untuk mendapatkan bakso, ada langkah-langkah teratur:

  1. Datang ke gerobak bakso
  2. Memesan
  3. Membayar
  4. Menunggu
  5. Bakso datang

Langkah-langkah itu seperti algoritma, karena dilakukan berurutan dan jelas.

2. Teknik Dasar Algoritma Umum

Teknik dasar penyusunan algoritma meliputi:

a. Sequencing (Urutan)

Langkah dikerjakan satu per satu dari atas ke bawah.

Contoh:
Masak mie instan: rebus air → masukkan mie → bumbui → hidangkan.

b. Selection (Pemilihan / Percabangan)

Langkah berbeda diambil sesuai kondisi tertentu.

Contoh:

Jika hujan → pakai payung
Jika tidak hujan → lanjut berjalan

c. Iteration (Perulangan)

Melakukan langkah secara berulang sampai kondisi terpenuhi.

Contoh:

Menyendok nasi sampai piring penuh.

d. Modularization (Pemisahan ke Fungsi)

Memecah masalah besar menjadi bagian kecil.

Contoh:

Membuat kue: siapkan adonan → siapkan topping → proses oven.

Modularisasi membantu membuat algoritma lebih rapi dan mudah dipahami.


B. CONTOH PENYELESAIAN MASALAH DENGAN ALGORITMA

STUDI KASUS 1: Menghitung Luas Persegi Panjang

Masalah:
Hitung luas persegi panjang dengan rumus:
L = panjang × lebar
Algoritma dalam langkah:

  1. Mulai
  2. Input nilai panjang
  3. Input nilai lebar
  4. Hitung luas = panjang × lebar
  5. Tampilkan hasil
  6. Selesai

Analogi:
Bayangkan kamu mencetak foto ukuran besar. Kamu harus tahu panjang dan lebar kertas dulu untuk tahu ukuran foto.

Contoh Kode C++

#include <iostream>
using namespace std;

int main() {
    int panjang, lebar, luas;

    cout << "Masukkan panjang: ";
    cin >> panjang;

    cout << "Masukkan lebar: ";
    cin >> lebar;

    luas = panjang * lebar;

    cout << "Luas persegi panjang adalah: " << luas;

    return 0;
}

C. MENGGAMBARKAN ALGORITMA DENGAN FLOWCHART

Flowchart adalah gambar alur kerja menggunakan simbol-simbol khusus.
Berikut flowchart untuk menghitung luas persegi panjang:
Analogi:
Flowchart seperti peta jalan yang memberi tahu kamu harus lewat jalur mana untuk sampai tujuan.

D. ALGORITMA DALAM PSEUDOCODE

Pseudocode adalah bahasa perantara antara bahasa manusia dan bahasa pemrograman.
Tidak terikat format seperti bahasa C++, tapi mengikuti logika pemrograman.

Contoh Pseudocode Luas Persegi Panjang

START
    INPUT panjang
    INPUT lebar
    luas ← panjang * lebar
    OUTPUT luas
END
Analogi:
Pseudocode seperti catatan resep sederhana sebelum dibuat menjadi buku resep lengkap.

E. STUDI KASUS 2: Menentukan Bilangan Genap/Ganjil

Algoritma:

  1. Masukkan angka
  2. Jika angka % 2 == 0 → genap
  3. Jika tidak → ganjil
  4. Tampilkan hasil

Flowchart:

C++ Program:
#include <iostream>
using namespace std;

int main() {
    int angka;

    cout << "Masukkan angka: ";
    cin >> angka;

    if (angka % 2 == 0)
        cout << "Angka ini adalah GENAP";
    else
        cout << "Angka ini adalah GANJIL";

    return 0;
}

F. STUDI KASUS 3: Menghitung Total Belanja

Seorang pelanggan membeli barang dan mendapat diskon jika total belanja lebih dari 100.000.

Algoritma:

  1. Input total belanja
  2. Jika total > 100000 → diskon 10%
  3. Hitung total bayar
  4. Tampilkan hasil

Pseudocode:

START
    INPUT totalBelanja
    IF totalBelanja > 100000 THEN
        diskon ← totalBelanja * 0.10
    ELSE
        diskon ← 0
    ENDIF
    totalBayar ← totalBelanja - diskon
    OUTPUT totalBayar
END

G. KESIMPULAN

Konsep Penjelasan Analogi
Algoritma Langkah terurut untuk menyelesaikan masalah Resep memasak
Flowchart Diagram alur kerja Peta perjalanan
Pseudocode Format teks mirip kode Catatan resep
Sequencing Langkah urut Antri di kasir
Selection Percabangan Jika hujan → payung
Iteration Perulangan Menyendok nasi berkali-kali

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak